KARAWANG | Insightjabarnusantara.Com– Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, angkat bicara terkait beredarnya video viral di media sosial yang menarasikan dugaan adanya pesta yang melibatkan komunitas sesama jenis di salah satu tempat hiburan malam (THM) di wilayah Kabupaten Karawang.
Menanggapi hal tersebut, Aep menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen menjaga ketertiban umum, norma sosial, serta nilai-nilai keagamaan yang selama ini menjadi bagian dari identitas masyarakat Karawang.
Menurutnya, Karawang dikenal sebagai daerah yang memiliki karakter religius dengan ribuan pondok pesantren yang tersebar di berbagai kecamatan. Karena itu, seluruh pihak diharapkan turut menjaga nilai dan norma yang berlaku di tengah masyarakat.
“Karawang dikenal sebagai Kota Santri. Kita menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan norma sosial yang hidup di masyarakat. Oleh karena itu, segala bentuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan keresahan publik harus menjadi perhatian bersama,” ujar Aep saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (8/6/2026).
Sebagai bentuk respons cepat, Bupati Karawang telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang untuk melakukan penelusuran dan pengawasan terhadap tempat hiburan malam yang disebut dalam video yang beredar.
Ia juga meminta Satpol PP mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk memberikan peringatan kepada pengelola usaha apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap peraturan daerah maupun norma yang berlaku di lingkungan masyarakat.
Aep menjelaskan bahwa izin operasional tempat hiburan malam tersebut diterbitkan oleh pemerintah pusat. Namun demikian, pemerintah daerah tetap memiliki kewenangan dalam melakukan pengawasan serta penegakan aturan di wilayah Kabupaten Karawang.
“Kami sudah meminta Satpol PP untuk menindaklanjuti informasi yang berkembang di masyarakat. Pengawasan akan dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah,” katanya.
Lebih lanjut, Aep mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang. Ia meminta masyarakat memberikan ruang kepada petugas untuk bekerja secara profesional dan objektif.
“Kami berharap masyarakat dapat mempercayakan proses penanganan ini kepada Satpol PP dan instansi terkait yang saat ini sedang melakukan pendalaman. Semua akan ditangani sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kerumunan sejumlah pria di sebuah tempat hiburan malam di Karawang. Video tersebut memunculkan dugaan adanya kegiatan yang melibatkan komunitas sesama jenis dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penelusuran guna memastikan fakta serta kronologi kejadian yang sebenarnya.
(Red)

