SUBANG| Insightjabarnusantara.Com– Aktivitas pekerjaan rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru di SMP Islam Bina Bangsa, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, menjadi sorotan. Pasalnya, pekerjaan yang disebut telah berlangsung selama beberapa bulan tersebut hingga kini diduga tidak terlihat dilengkapi papan informasi proyek di lokasi.
Berdasarkan pantauan tim redaksi, aktivitas pembangunan masih berlangsung, mulai dari pekerjaan rehabilitasi hingga pembangunan ruang kelas baru.
Namun, di sekitar lokasi pekerjaan tidak terlihat papan informasi yang memuat keterangan mengenai sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana kegiatan, maupun waktu pelaksanaan.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai asal-usul dan sumber pendanaan pekerjaan pembangunan tersebut, terutama karena lokasi berada di lingkungan satuan pendidikan.
Ketua Paguyuban Wartawan Subang Selatan, Feri Bejho, mengatakan pihaknya mempertanyakan transparansi pekerjaan tersebut, khususnya mengenai sumber dana yang digunakan.
“Pekerjaan ini tentu perlu kita pertanyakan. Dari mana asal bantuan dananya, apakah dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, atau pemerintah pusat,” ujar Feri.
Menurutnya, informasi mengenai suatu pekerjaan pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah maupun bantuan tertentu penting diketahui masyarakat, terlebih sekolah merupakan fasilitas pendidikan yang manfaatnya dirasakan oleh publik.
“Sejak pekerjaan berjalan, kami tidak melihat adanya papan informasi proyek ataupun informasi RAB yang dipampang di lokasi. Ini yang menjadi pertanyaan kami,” katanya.
Feri menilai, keterbukaan informasi kepada masyarakat perlu menjadi perhatian pihak terkait. Menurutnya, keberadaan papan informasi dapat memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai identitas pekerjaan, sumber pembiayaan, pelaksana, hingga jangka waktu pembangunan.
“Keterbukaan publik harus ditunjukkan. Kalau memang ada bantuan atau anggaran untuk pembangunan tersebut, seharusnya informasi mengenai pekerjaan dapat diketahui masyarakat. Jangan sampai masyarakat hanya melihat pekerjaan fisiknya saja tanpa mengetahui sumber anggaran dan siapa pelaksananya,” tegasnya.
Ia berharap pihak sekolah maupun instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pekerjaan rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru tersebut.
“Ini bukan soal menghambat pembangunan. Kami justru mendukung pembangunan sarana pendidikan. Tetapi transparansi tetap harus dikedepankan agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP Islam Bina Bangsa Kasomalang maupun pihak pelaksana pekerjaan belum memberikan keterangan terkait sumber anggaran, nilai pekerjaan, serta alasan tidak dipasangnya papan informasi proyek. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak sekolah, pelaksana maupun instansi terkait.
(Red)

