Karawang | Insightjabarnusantara.Com— Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Komisariat FAI UNSIKA kembali menghadirkan ruang kreatif bagi perempuan melalui kegiatan “Kopri Melukis 2026” Kegiatan ini mengusung tema “Warna perempuan, jejak pergerakan, satu kanvas seribu cerita” sebagai bentuk ruang ekspresi, kreativitas, sekaligus refleksi bagi kader perempuan.
Kegiatan yang dibuka melalui registrasi pada 19–20 September 2026 dan pelaksanaannya dijadwalkan pada 26 September 2026 tersebut menawarkan pengalaman melukis secara langsung. Peserta akan mendapatkan kanvas, alat melukis, pengalaman kreatif, serta ruang untuk berekspresi.
Ketua Rayon, Rafly Rifqy Rahmansyah, menyampaikan bahwa kegiatan Kopri Melukis tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seni, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kreativitas dan kebersamaan kader.
“Kopri Melukis menjadi salah satu ruang bagi kader untuk berekspresi melalui seni. Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menghasilkan sebuah karya di atas kanvas, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, keberanian berekspresi, dan kreativitas kader.”
Sementara itu, Ketua KOPRI Yulia Eka Putri menuturkan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk menuangkan gagasan dan pengalaman melalui karya.
“Melalui Kopri Melukis, kami ingin menghadirkan ruang yang nyaman bagi perempuan untuk berekspresi. Setiap goresan memiliki cerita, setiap warna memiliki makna. Karena itu, kegiatan ini kami hadirkan sebagai ruang untuk berkarya, berbagi pengalaman, sekaligus menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki banyak cara untuk menyuarakan gagasannya.”
Lebih dari sekadar kegiatan melukis, Kopri Melukis 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan seni, kreativitas, dan semangat pergerakan mahasiswa. Kanvas diharapkan menjadi medium bagi peserta untuk menerjemahkan pengalaman, keresahan, harapan, maupun perspektif mereka dalam bentuk karya.
Dengan semangat “Warna perempuan, jejak pergerakan, satu kanvas seribu cerita,” KOPRI FAI UNSIKA berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu langkah untuk membangun ruang ekspresi yang inklusif sekaligus memperkuat solidaritas dan kreativitas kader perempuan.
(Jar)

