JAKARTA | Insightjabarnusantara.Com– Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE bersama Komandan Kodim 0604 Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto, S.Sos menghadiri Rapat Koordinasi antara TNI Angkatan Darat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Rapat yang berlangsung di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) Jakarta, Kamis (4/6/2026) tersebut membahas dua isu strategis, yaitu penanganan persampahan dan mitigasi dampak kemarau panjang.
Turut mendampingi Bupati dalam kesempatan ini Sekretaris Daerah Karawang H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang. Rakor ini dihadiri langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kepala BMKG Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, seluruh Bupati/Wali Kota se-Jawa Barat, serta para Komandan Kodim jajaran Kodam III/Siliwangi.
Dalam arahannya, Kasad menegaskan bahwa persoalan sampah telah menjadi tantangan nasional yang memerlukan penanganan terpadu dan berkelanjutan. Pihaknya menyatakan kesiapan mendukung pemerintah daerah mengelola sampah sekaligus membantu memitigasi dampak kemarau panjang, terutama di wilayah yang berpotensi kekurangan air bersih.
“Permasalahan sampah harus ditangani bersama. TNI AD siap mendukung upaya pemerintah daerah dengan pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan,” tegas Kasad.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI AD yang selama ini aktif membantu berbagai program pembangunan, termasuk penanganan lingkungan hidup. Menurutnya, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan TNI AD menjadi modal penting untuk menghadirkan solusi yang efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Karawang melaporkan kondisi pengelolaan persampahan di daerahnya. Diketahui, timbunan sampah di Karawang mencapai 1.108,60 ton per hari yang tersebar di 30 kecamatan. Saat ini baru 17 kecamatan atau sekitar 56,67 persen yang pengelolaannya sudah terlayani, dengan 68,15 ton sampah per hari yang sudah dikelola secara optimal.
Langkah kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat penanganan sampah sekaligus mempersiapkan langkah antisipasi agar dampak buruk musim kemarau panjang dapat diminimalkan di wilayah Kabupaten Karawang dan seluruh Jawa Barat.
(Red)

