Karawang| Insightjabarnusantara.Com– Pemerintah Kabupaten Karawang menyatakan kesiapannya untuk mendukung pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di sektor persampahan. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. saat menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Penetapan Calon Lokasi Program di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Dalam rapat tersebut, Bupati Aep didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P. serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang Asep Suryana, S.STP,.M,H.
Bupati Aep menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Karawang telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna menyukseskan program tersebut. Persiapan dilakukan mulai dari penyusunan regulasi, pemenuhan infrastruktur pendukung, hingga penyediaan lahan yang representatif untuk pengembangan sistem pengelolaan persampahan.
Menurutnya, Karawang saat ini telah memiliki fondasi yang cukup kuat dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan teknologi.
“Karawang telah memiliki 30 unit Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang berfungsi sebagai sarana pengurangan dan pengolahan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, Kabupaten Karawang juga telah mengoperasikan tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis Refuse Derived Fuel (RDF), yakni TPST Mekarjati, TPST Jayakerta, dan TPST Cirejag. Ketiga fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong sistem pengelolaan sampah menuju konsep ekonomi sirkular.
Tak hanya itu, Pemkab Karawang juga menyiapkan rencana pengembangan TPST Jalupang berbasis teknologi RDF maupun Waste-to-Energy (WtE) sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah sekaligus mendukung pengembangan energi alternatif dari limbah.
Melalui berbagai kesiapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang optimistis dapat menjadi salah satu daerah yang siap mendukung implementasi Program PTSL sektor persampahan, sekaligus memperkuat tata kelola lingkungan yang berkelanjutan dan modern.
(Red)

