KARAWANG| Insightjabarnusantara.Com– Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan melalui edukasi mengenai pemilahan sampah plastik berdasarkan jenisnya. Salah satunya melalui penyebaran infografis bertajuk “Jenis Sampah Plastik yang Bisa Didaur Ulang” yang memuat informasi mengenai berbagai jenis plastik yang masih memiliki nilai daur ulang.
Infografis yang diterbitkan dalam bidang kebersihan, pengelolaan sampah, dan limbah tersebut mengajak masyarakat untuk lebih cermat mengenali kode pada kemasan plastik sebelum membuangnya. Langkah tersebut dinilai penting agar proses daur ulang dapat berjalan lebih efektif dan mengurangi timbunan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Dalam materi edukasi tersebut dijelaskan bahwa tidak semua jenis plastik dapat didaur ulang dengan cara yang sama. Masyarakat diimbau memilah plastik sesuai kategorinya agar memudahkan proses pengolahan kembali menjadi produk baru.
Adapun tiga jenis plastik yang menjadi fokus edukasi, yakni:
PET (Polyethylene Terephthalate) dengan kode angka 1, yang umum digunakan untuk botol air mineral, botol minuman ringan, dan wadah makanan transparan. Plastik jenis ini dapat didaur ulang menjadi serat pakaian, botol baru, hingga wadah makanan.
HDPE (High-Density Polyethylene) berkode angka 2, yang banyak ditemukan pada botol susu, botol sampo, botol sabun, dan jeriken. Hasil daur ulangnya dapat dimanfaatkan menjadi pipa plastik, pot tanaman, maupun jeriken baru.
LDPE (Low-Density Polyethylene) berkode angka 4, yang umumnya digunakan sebagai kantong plastik, plastik pembungkus, dan plastik roti. Jenis ini dapat diolah kembali menjadi kantong sampah, plastik lembaran, hingga bahan baku paving block.
Selain mengenalkan jenis-jenis plastik, infografis tersebut juga memberikan tips sederhana kepada masyarakat, seperti membersihkan kemasan plastik sebelum disetor ke bank sampah agar kualitas bahan daur ulang tetap terjaga.
Di bagian akhir, masyarakat diajak mulai memilah sampah dari rumah, menyetorkan plastik yang telah dipisahkan ke bank sampah terdekat, serta mendukung penggunaan produk hasil daur ulang lokal sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Karawang sebelumnya juga terus mendorong budaya memilah sampah dari sumber melalui berbagai kegiatan edukasi dan aksi bersih lingkungan sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sampah berkelanjutan.
(Red)

