KARAWANG| Insightjabarnusantara.Com— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Karang Taruna ke-66 menjadi momentum bagi para pemuda untuk kembali memperkuat kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta komitmen dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Momentum tersebut juga menjadi refleksi bagi Karang Taruna Cilewo untuk terus menjaga kedekatan dengan masyarakat dan memastikan keberadaan organisasi tidak hanya terlihat ketika ada kegiatan atau agenda tertentu.
Ketua Karang Taruna Cilewo Rival M Hatami/Rugal menyampaikan bahwa harapan di usia Karang Taruna yang ke-66 pada dasarnya sederhana, yakni agar organisasi kepemudaan tersebut tetap menjadi bagian dari masyarakat, bermanfaat, serta tidak kehilangan rasa kepedulian terhadap sesama.
“Di hari ulang tahun Karang Taruna ini, harapan saya sederhana. Saya hanya ingin Karang Taruna, terutama Karang Taruna Cilewo, terus menjadi bagian dari masyarakat, terus bermanfaat, dan jangan pernah kehilangan rasa kepedulian kepada sesama,” ujarnya.
Menurutnya, menjadi bagian dari Karang Taruna bukan sekadar persoalan jabatan maupun kebanggaan organisasi. Lebih dari itu, posisi tersebut merupakan tanggung jawab sosial untuk dapat hadir ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan.
Ia berharap Karang Taruna dapat menjadi ruang bagi masyarakat maupun pemuda untuk menyampaikan persoalan, berdiskusi, serta mencari solusi bersama.
“Bagi saya, menjadi Karang Taruna bukan tentang kebanggaan karena memegang sebuah jabatan. Justru ini adalah sebuah tanggung jawab,” katanya.
Ia menambahkan, kemampuan organisasi dalam membantu masyarakat mungkin masih memiliki keterbatasan. Namun, menurutnya, kehadiran dan kepedulian tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk bantuan besar.
“Mungkin kami tidak selalu bisa membantu dengan sesuatu yang besar. Mungkin kemampuan kami juga masih sangat terbatas. Tetapi saya percaya, terkadang masyarakat tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Kadang mereka hanya membutuhkan seseorang yang mau datang, mau mendengarkan, mau menemani,” tuturnya.
Karang Taruna Cilewo, lanjutnya, berkomitmen untuk menjaga agar keberadaan organisasi tidak hanya dirasakan saat menyelenggarakan kegiatan. Justru, menurutnya, keberadaan Karang Taruna harus semakin terlihat ketika masyarakat membutuhkan dukungan.
“Jangan sampai organisasi ini hanya terlihat ketika ada acara atau kegiatan. Tetapi ketika masyarakat sedang membutuhkan, di situlah seharusnya kita hadir,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pemuda Cilewo untuk menjaga kekompakan, kepedulian, dan semangat gotong royong. Menurutnya, pemuda memiliki peran penting dalam membangun lingkungan melalui kepedulian terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.
“Jangan sampai kita menjadi pemuda yang sibuk dengan urusan masing-masing sampai lupa bahwa di sekitar kita masih banyak orang yang mungkin membutuhkan uluran tangan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia berharap Karang Taruna Cilewo kelak tidak hanya dikenang berdasarkan jabatan pengurus maupun banyaknya kegiatan yang telah dilaksanakan. Menurutnya, ukuran keberadaan organisasi justru dapat dilihat dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya.
“Suatu hari nanti saya tidak ingin Karang Taruna Cilewo dikenang karena jabatan atau banyaknya kegiatan yang pernah kami buat. Saya lebih berharap ada masyarakat yang berkata, ‘Dulu Karang Taruna pernah hadir ketika kami membutuhkan.’ Bagi saya, kalimat sederhana seperti itu jauh lebih berarti,” ungkapnya.
Peringatan HUT Karang Taruna ke-66 pun diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh jajaran dan anggota organisasi bahwa bertambahnya usia harus diikuti dengan semakin besarnya tanggung jawab sosial.
Ia berharap Karang Taruna Cilewo tetap dekat dengan masyarakat, terbuka terhadap aspirasi, serta konsisten berada di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi.
“Semoga Karang Taruna Cilewo tetap dekat dengan masyarakat, tetap mau mendengar suara masyarakat, tetap berada di sisi masyarakat, dan tidak pernah lelah untuk berbuat baik,” pungkasnya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan sebuah organisasi akan memiliki makna ketika manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
“Karena pada akhirnya, sebaik-baiknya organisasi adalah organisasi yang keberadaannya bisa dirasakan. Dan sebaik-baiknya pemuda adalah pemuda yang ketika dibutuhkan, memilih untuk hadir dan membantu semampunya,” tutupnya.
(Red)

