Rabu, Juni 10, 2026

Muda, Berani, Berdampak: Chiciliawati dan Gerakan Literasi yang Menggema di Karawang

Karawang | Insightjabarnusantara.Com– Saat banyak remaja larut dalam layar gawai, Chiciliawati justru hadir dengan arah berbeda. Ia mengajak teman-temannya kembali mencintai buku bukan dengan cara yang kaku, melainkan melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.

Ia bukan sekadar aktif dalam berbagai kegiatan. Ia adalah penggerak.

“Saya tidak ingin anak-anak hanya diam. Mereka harus memiliki ruang untuk bersuara, berekspresi, dan berkembang,” ujarnya.

Di tengah tantangan rendahnya minat literasi di kalangan remaja, sosok muda dari Karawang ini membawa semangat perubahan. Chiciliawati (16), pelajar SMAN 1 Karawang, tidak hanya berprestasi di ruang kelas, tetapi juga aktif menggerakkan berbagai inisiatif positif di kalangan generasi sebaya.

Komitmennya tercermin dari keterlibatannya dalam berbagai kegiatan pengembangan diri, mulai dari public speaking, literasi digital, hingga seni dan budaya. Baginya, ruang-ruang tersebut bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan wadah untuk membangun kapasitas komunikasi, mengasah kreativitas, serta mengintegrasikan nilai-nilai seni dan budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Lahir pada 23 Juli 2009, Chiciliawati tumbuh sebagai pribadi yang disiplin dan memiliki rasa ingin tahu tinggi. Ia memaknai pendidikan sebagai proses pembentukan karakter. “Pendidikan adalah proses bertumbuh. Dari setiap pengalaman, kita belajar menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat,” tuturnya.

Perjalanan pengembangan dirinya dimulai sejak di SDN Pasirjengkol 2. Kepercayaan dirinya semakin terasah saat melanjutkan ke SMPN 1 Karawang Timur, di mana ia mulai menunjukkan jiwa kepemimpinan. Ia dipercaya menjadi Ketua Seksi Bidang 2 OSIS (2022–2023), sebelum akhirnya menjabat sebagai Ketua OSIS (2023–2024).

“Kepemimpinan bukan sekadar mengarahkan, tetapi tentang memberi teladan dan hadir untuk tim,” ujarnya.

Memasuki jenjang SMA, kiprahnya semakin luas. Ia aktif sebagai Pratama Pramuka SMAN 1 Karawang dan terlibat dalam Forum Anak Singaperbangsa Karawang di bawah naungan DP3A Kabupaten Karawang sebagai Ketua Koordinator bidang pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan budaya.

Baca Juga  Satlantas Polres Pangandaran Bersama Tim Gabungan Gelar Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor

Dari peran tersebut, ia menggagas program “Baca Kreatif: Budaya Baca Lewat Kreasi Anak Inovatif”. Program ini berhasil melibatkan puluhan anak dan pelajar dalam kegiatan literasi berbasis kreativitas membaca tidak lagi terasa sebagai kewajiban, tetapi menjadi pengalaman yang menyenangkan. Ia percaya, setiap anak memiliki potensi yang perlu diberi ruang. Dan dari ruang itulah, keberanian untuk berkembang akan tumbuh.

Kemampuannya dalam memimpin semakin terlihat saat ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Pelaksana Hari Anak Nasional 2025 tingkat Kabupaten Karawang. Dalam kegiatan tersebut, ia mengoordinasikan ratusan peserta serta berbagai elemen masyarakat menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang matang di usia muda.

Di sisi lain, Chiciliawati juga aktif di Langit Kreasi Nusantara (LKN), komunitas yang berfokus pada pengembangan public speaking, literasi digital, serta seni dan budaya. Di ruang ini, ia terus mengasah kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta ekspresi kreatifnya.

Founder LKN, Wirda Noviani Pamungkas, S.I.Kom., menilai Chiciliawati sebagai sosok dengan potensi besar. “Chiciliawati tidak hanya berani tampil, tetapi juga memiliki kedalaman dalam setiap penyampaian. Ia mampu menyampaikan gagasan secara terstruktur dan menunjukkan kepercayaan diri yang kuat,” ungkapnya.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Nurhidayah, S.Psi., pegiat anak dan remaja di DP3A Kabupaten Karawang. “Chiciliawati membuktikan bahwa partisipasi anak bukan hanya wacana. Dengan empati dan komitmen yang kuat, ia mampu menggerakkan perubahan positif di kalangan remaja,” tegasnya. Menurutnya, di usia yang masih sangat muda, Chiciliawati telah menunjukkan kematangan yang melampaui tahap perkembangan seusianya terlihat dari pola pikir yang kritis, kemampuan mengambil keputusan, serta konsistensinya dalam berkontribusi di lingkungan sosial.

Rekan-rekannya sesama Duta Pelajar pun kompak menilai Chiciliawati sebagai sosok penggerak yang inspiratif. Oklintia menyebutnya sebagai pribadi yang totalitas dan berdampak. Sekar menilai kemampuan komunikasinya kuat dan mampu menginspirasi. Naysila melihatnya sebagai sosok yang tidak hanya berkembang secara pribadi, tetapi juga mengajak orang lain untuk tumbuh bersama. Sementara itu, Khaedijah menilai Chiciliawati sebagai figur yang konsisten, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kepemimpinan tinggi. Shilvia menambahkan bahwa Chiciliawati adalah pribadi yang hangat, kolaboratif, serta mampu menciptakan lingkungan yang positif bagi siapa pun di sekitarnya.

Baca Juga  Imigrasi Karawang Gandeng Media Perkuat Pengawasan WNA, Akui Keterbatasan Pemantauan di Lapangan

Selain aktif berorganisasi, Chiciliawati juga menorehkan prestasi sebagai Juara Harapan 3 Duta Pelajar Karang Taruna Kabupaten Karawang 2025, dengan menampilkan Tari Jaipong sebagai bentuk kecintaannya terhadap budaya lokal.

Di sekolah, ia aktif dalam kegiatan Pramuka dan Navoska Choir, serta kerap dipercaya sebagai Master of Ceremony (MC) dan moderator peran yang bahkan menjadi langkah awal kemandirian finansialnya sejak usia muda.

Menariknya, seluruh aktivitas tersebut tetap berjalan seimbang dengan prestasi akademik yang konsisten di peringkat tiga besar kelas. Ia membuktikan bahwa disiplin dan manajemen waktu adalah kunci dalam menjaga keseimbangan antara prestasi dan kontribusi sosial.

Seorang pembina di SMAN 1 Karawang menilai kehadirannya membawa dampak nyata. “Ia tidak hanya hadir, tetapi juga memberi perubahan di lingkungannya,” ujarnya.

Di balik berbagai pencapaiannya, Chiciliawati tetap rendah hati. Ia menyadari bahwa dukungan orang tua, guru, dan lingkungan menjadi fondasi penting dalam setiap langkahnya. “Semoga saya bisa terus belajar, bertumbuh, dan menginspirasi generasi muda untuk berani bermimpi serta mencoba hal-hal baru,” katanya.

Di era digital yang penuh tantangan, Chiciliawati menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah batas untuk berkarya. Dari Karawang, suaranya mulai terdengar dan perlahan, mulai menggema lebih luas.

Ini bukan akhir dari perjalanannya. Ini baru permulaan.

(Vr)

Artikel Lainnya

Berita Teratas

spot_img

Peristiwa

Populer

Askun Desak Sekda Karawang Bertindak Tegas terhadap ASN yang Diduga Bolos Kerja

KARAWANG| Insightjabarnusantara.Com- Salah seorang ASN di lingkungan Pemkab Karawang...

Tingkatkan Kondusifitas, Kapolsek Sambang silaturrahmi Bersama Kepala Desa Medang asem Kec.Jayakerta

Karawang | Insightjabarnusantara.com - Dalam rangka meningkatkan Kondusifitas di...

Penghentian Izin Perumahan di Jawa Barat Dinilai Perlu Seimbangkan Mitigasi Bencana dan Kepastian Investasi

Karawang| Insightjabarnusantara.Com– Wacana penghentian izin pembangunan perumahan di sejumlah...

DLH Karawang Selidiki Penyebab Kematian Massal Ikan di Aliran Irigasi Karawang Barat

KARAWANG| Insightjabarnusantara.com– Warga yang berdomisili di wilayah Kecamatan Karawang...

DLH Karawang Gaungkan Semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Ajak Masyarakat Bergerak untuk Iklim

KARAWANG| Insightjabarnusantara.Com– Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia...