KARAWANG | Insightjabarnusantara.Com— Kegiatan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) digelar di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro di wilayah Kecamatan Cibuaya.
Pendampingan dilakukan oleh Pendamping UMKM Kecamatan Cibuaya, Asnawi, A.Md., dengan memberikan pemahaman secara langsung kepada pelaku UMKM terkait pengelolaan dan pengembangan usaha.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah aspek penting menjadi materi pendampingan, mulai dari legalitas usaha hingga pengelolaan keuangan.
Asnawi memberikan pemahaman mengenai pentingnya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai salah satu bentuk legalitas usaha. Selain itu, pelaku UMKM yang bergerak di bidang pangan olahan juga mendapatkan penjelasan mengenai PIRT/SPP-IRT.
Materi lainnya mencakup sertifikasi halal, yang dinilai penting untuk memberikan kepastian sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.
Sementara dalam aspek manajemen keuangan, pelaku UMKM didorong untuk melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara sederhana, memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, serta mengelola administrasi keuangan secara lebih tertib.
Kegiatan pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan usaha mikro melalui Pemerintah Kabupaten Karawang. Program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya secara lebih terarah, mandiri, dan berkelanjutan.
Program pendampingan UMKM di Kecamatan Cibuaya juga telah dilaksanakan pada 2026 dengan melibatkan Asnawi sebagai salah satu pendamping/narasumber.
Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM Desa Sedari diharapkan semakin memahami pentingnya legalitas usaha, keamanan dan kehalalan produk, serta tertib administrasi dan pengelolaan keuangan.
Dengan pemahaman tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha sekaligus memperkuat daya saing dan keberlanjutan UMKM di tingkat desa.
(Redaksi)

