KARAWANG| Insightjabarnusantara.Com— Semangat menjaga tradisi keilmuan Islam terus tumbuh di lingkungan Pondok Pesantren Lestari Alam Qurani, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Para santri tampak tekun mengikuti kegiatan pendidikan pesantren dengan fokus pada program tahfidz Al-Qur’an serta kajian kitab kuning sebagai bekal memperdalam ilmu agama.
Di bawah bimbingan Pimpinan Ponpes Lestari Alam Qurani, Kiyai Haji M. Endang Suratno Wibowo, Lc., M.Ed, para santri dibina untuk menjadi generasi yang memiliki kekuatan hafalan Al-Qur’an, pemahaman keislaman yang mendalam, serta akhlak yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Aktivitas santri sehari-hari diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari setoran hafalan Al-Qur’an, muroja’ah, pembelajaran ilmu-ilmu agama, hingga pengajian kitab kuning yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren salaf.
Kiyai Haji M. Endang Suratno Wibowo, Lc., M.Ed menegaskan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya bertujuan mencetak santri yang mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya serta mampu mengamalkannya.
“Santri harus memiliki keseimbangan antara ilmu, iman, dan akhlak. Al-Qur’an menjadi pedoman, sementara kitab kuning menjadi jalan untuk memahami warisan keilmuan para ulama,” menjadi prinsip dalam pembinaan santri di Ponpes Lestari Alam Qurani.
Keberadaan Ponpes Lestari Alam Qurani menjadi bagian dari upaya melestarikan pendidikan Islam berbasis pesantren di Kabupaten Karawang. Dengan perpaduan antara tahfidz Al-Qur’an, kajian kitab kuning, dan pembentukan karakter, pesantren ini terus berkomitmen melahirkan generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Ponpes Lestari Alam Qurani Menjaga Tradisi Ulama, Mencetak Generasi Qurani.
(Pian)

