Minggu, Agustus 2, 2026

BAZNAS Karawang Gelar Rakor Pembentukan Pokja dan Jalur Evakuasi Kampung Tanggap Bencana di Mekarbuana

KARAWANG| Insightjabarnusantara.Com– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karawang melalui relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) menggelar rapat koordinasi (rakor) pembentukan Kelompok Kerja (Pokja), penetapan jalur evakuasi, serta persiapan sosialisasi Kampung Tanggap Bencana.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, dan dipimpin oleh H. Asep Abdullah Syafe’i, A.Md. Rakor dihadiri langsung Kepala Desa Mekarbuana Jaji Maryono, SP., MM., beserta jajaran perangkat desa.

Turut hadir Kepala Unit Basarnas Karawang Sigit Haryanto serta perwakilan ,dan Perwakilan sari BPBD Kabupaten Karawang Bagas, serta Ketua Karang taruna Desa Mekarbuana dan jajaran.

Rakor tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan kegiatan Kampung Tanggap Bencana yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 6 Agustus hingga Jumat, 7 Agustus 2026, dengan lokasi kegiatan di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru.

Dalam kegiatan tersebut, pembentukan Pokja diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana. Selain itu, penetapan jalur evakuasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat apabila terjadi kondisi darurat.

Pembina BTB BAZNAS Karawang, H. Asep Abdullah Syafe’i, A.Md., menegaskan bahwa Kampung Tanggap Bencana merupakan upaya bersama untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dari tingkat desa.

“Melalui pembentukan Pokja dan penetapan jalur evakuasi ini, kami berharap masyarakat Desa Mekarbuana memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana. Penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan yang akan dilaksanakan pada 6-7 Agustus 2026 tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi dapat membangun sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarbuana Jaji Maryono, SP., MM., menyambut baik pelaksanaan program Kampung Tanggap Bencana di wilayahnya.

Baca Juga  Perkuat Komunikasi Publik, Diskominfo Karawang Gelar Bimtek Strategi Komunikasi Pemerintahan 2026

“Kami menyambut baik program ini karena Desa Mekarbuana memiliki wilayah yang membutuhkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kami bersama perangkat desa siap mendukung dan berkolaborasi agar program ini dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan, khususnya dalam memahami jalur evakuasi dan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

Kepala Unit BASARNAS Karawang, Sigit Haryanto, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam upaya penanganan bencana.

“Masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Dengan adanya jalur evakuasi yang jelas dan kelompok kerja yang aktif, diharapkan proses evakuasi dapat dilakukan secara lebih cepat, tertib, dan terkoordinasi,” ungkapnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, relawan, masyarakat, serta unsur penanggulangan bencana sangat diperlukan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Sementara itu, perwakilan BPBD Karawang, Bagas, menekankan pentingnya membangun budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan masyarakat.

“Kegiatan Kampung Tanggap Bencana ini menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat. Kami berharap pembentukan Pokja dan penetapan jalur evakuasi dapat benar-benar diterapkan dan dipahami oleh warga, sehingga ketika terjadi bencana masyarakat tidak panik dan mengetahui langkah yang harus dilakukan,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan membangun sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Desa Mekarbuana diharapkan mampu menjadi lingkungan yang lebih tangguh, mandiri, dan sigap dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Pelaksanaan Kampung Tanggap Bencana pada 6-7 Agustus 2026 nantinya akan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara relawan, pemerintah desa, dan lembaga terkait dalam upaya mitigasi serta penanggulangan bencana di wilayah Kecamatan Tegalwaru.

Baca Juga  Korpri Karawang Gelar Rakerda, Tuntaskan Tunggakan Kadeudeuh Pensiunan  

(Red)

Artikel Lainnya

Berita Teratas

spot_img

Peristiwa

Populer

Muda, Berani, Berdampak: Chiciliawati dan Gerakan Literasi yang Menggema di Karawang

Karawang | Insightjabarnusantara.Com– Saat banyak remaja larut dalam layar...

DLH Karawang Selidiki Penyebab Kematian Massal Ikan di Aliran Irigasi Karawang Barat

KARAWANG| Insightjabarnusantara.com– Warga yang berdomisili di wilayah Kecamatan Karawang...

Kinerja Polsek Jalan Cagak Di Apresiasi Masyarakat, Camat Kasomalang “Kapolsek Jalan Cagak Rajin Blusukan Gali Potensi.”

Subang | Insightjabarnusantara.Com- Kinerja Jajaran Polsek Jalan Cagak Polres...

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Personil Polsek Rengasdengklok Monitoring Pertumbuhan Lahan Jagung

Karawang| Insightjabarnusantara.Com-  Jajaran Personil Kepolisian sektor Rengasdengklok Polres Karawang...

Kapolsek Jalancagak Lepas peserta Komunitas Goes ulin Meriahkan Hari Bhayangkara Ke-80

Subang | Insightjabarnusantara.Com- Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara Ke-80,...