KARAWANG| Insightjabarnusantara.Com– Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (DPD APPI) Kabupaten Karawang, Daman Huri, menyayangkan sikap arogan Camat Rengasdengklok. Pasalnya, oknum camat tersebut kedapatan melontarkan kata “siamah bedegong” kepada salah satu wartawan saat dikonfirmasi terkait penanganan stunting.
Daman Huri menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Camat Rengasdengklok telah mencederai tugas jurnalistik dalam menggali informasi publik. Menurut Daman, tugas utama seorang wartawan adalah bertanya, dan dari hasil konfirmasi itulah bahan pemberitaan yang akurat dapat disusun.
“Tugas wartawan itu bertanya untuk menguji informasi. Sangat disayangkan seorang pejabat publik justru mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas saat dikonfirmasi,” ujar Daman, Selasa (27/10/26).
Peristiwa ini bermula saat Camat Rengasdengklok memberikan pemaparan bahwa penanganan stunting mengedepankan prinsip pentahelix (multi-pihak). Dalam kesempatan itu, sang camat sempat menyentil awak media di Rengasdengklok yang dinilainya belum membantu menyebarkan sosialisasi terkait stunting maupun konsep pentahelix tersebut.
Mendengar pernyataan itu, salah satu wartawan kemudian melakukan konfirmasi ulang dan mempertanyakan apakah selama ini pihak media pernah diundang dalam agenda sosialisasi stunting oleh pihak kecamatan.
Bukannya memberikan jawaban normatif, Camat Rengasdengklok justru merespons dengan jawaban yang menohok. Ia menyebut wartawan tidak perlu menunggu undangan melainkan harus memiliki inovasi dan inisiatif sendiri. Sang camat bahkan balik menginterogasi wartawan tersebut.
“Anda datang ke sini diundang apa tidak?” cetus camat dengan nada menantang.
Situasi semakin memanas ketika camat mengeluarkan pernyataan personal yang dinilai merendahkan profesi jurnalis. “Teman saya wartawan banyak, yang bertanya seperti itu cuma kamu saja, siamah bedegong,” ucapnya.
Menyikapi ketegangan ini, Daman Huri berharap Camat Rengasdengklok bisa mengevaluasi diri dan belajar banyak dari gaya komunikasi Bupati Karawang. Selama ini, Bupati Karawang dinilai sangat terbuka, tidak alergi terhadap pertanyaan kritis wartawan, dan selalu menjawab dengan baik setiap pertanyaan baik mengenai stunting maupun isu daerah lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPD APPI Karawang meminta adanya klarifikasi dan permohonan maaf terbuka dari Camat Rengasdengklok atas ucapan yang dinilai tidak mencerminkan sikap seorang pelayan publik tersebut.
(Red)

