KARAWANG| Insightjabarnusantara.Com— Di tengah semarak rangkaian Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393, persoalan lingkungan masih menjadi sorotan masyarakat. Salah satunya kondisi Sungai Barugbug yang berada di wilayah Situdam, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, yang disebut warga mengalami perubahan kondisi air hingga tampak menghitam.
Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan masyarakat yang selama ini beraktivitas dan menggantungkan kebutuhan tertentu dari aliran sungai tersebut. Warga berharap persoalan dugaan pencemaran tidak hanya menjadi perhatian masyarakat, tetapi segera mendapatkan penanganan nyata dari pemerintah dan instansi terkait.
Dalam sebuah aksi penyampaian aspirasi, salah seorang warga mengungkapkan bahwa Sungai Barugbug memiliki kenangan dan fungsi penting bagi masyarakat sejak dirinya masih kecil.
“Dari kecil saya sering mandi di sungai ini. Bahkan untuk membersihkan sekolah juga pernah menggunakan air sungai. Sekarang lihat kondisinya, airnya hitam dan sudah tidak bisa digunakan seperti dulu. Anak cucu kita bagaimana bisa merasakan sungai ini kalau kondisinya seperti sekarang,” ujar warga tersebut.
Menurut warga, kondisi Sungai Barugbug bukan hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kehidupan masyarakat di sepanjang aliran sungai.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Jatisari, Ricky, menyoroti persoalan dugaan pembuangan limbah yang menurutnya menjadi persoalan sosial dan lingkungan yang terus berulang setiap tahun.
“Permasalahan sosial ini setiap tahun selalu muncul terkait limbah. Informasinya ada dugaan limbah yang berasal dari perusahaan di wilayah Subang dan Purwakarta, tetapi tentu hal ini perlu dibuktikan dan ditindaklanjuti oleh instansi yang berwenang,” kata Ricky.
Ia menegaskan, apabila memang terdapat aktivitas pembuangan limbah ke aliran sungai, perusahaan maupun pihak terkait semestinya memastikan limbah telah melalui proses pengelolaan sesuai ketentuan sebelum dibuang ke lingkungan.
“Minimal limbah sebelum dibuang harus dikelola dengan baik. Kasihan masyarakat di sini, sampai ke wilayah Cilamaya terdampak. Bau seperti septic tank, ikan dan tanaman juga disebut terdampak. Ini bukan persoalan kecil karena menyangkut lingkungan dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ricky meminta Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Dinas Lingkungan Hidup serta instansi terkait melakukan pemeriksaan dan pengujian kualitas air secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab berubahnya kondisi Sungai Barugbug.
Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dilakukan ketika persoalan mencuat ke publik. Pengawasan terhadap potensi pencemaran harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk terhadap perusahaan yang aktivitasnya berada di sekitar daerah aliran sungai.
Masyarakat juga berharap pemerintah dapat memberikan informasi secara terbuka mengenai hasil pemeriksaan kualitas air, sumber pencemaran apabila ditemukan, serta langkah penanganan yang akan dilakukan.
Hingga berita ini disusun, dugaan sumber pencemaran dan pihak yang bertanggung jawab atas kondisi air Sungai Barugbug masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan dan pengujian dari instansi berwenang.
Pemerintah Kabupaten Karawang diharapkan segera mengambil langkah konkret agar persoalan lingkungan tersebut tidak berlarut-larut dan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat tetap terjaga.
(Red)

