KARAWANG | Insightjabarnusantara.Com— Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Karawang menggelar tasyakuran dan santunan anak yatim sebagai bentuk rasa syukur sekaligus wujud kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, santunan diberikan secara simbolis kepada 15 anak yatim. Selanjutnya, kegiatan santunan direncanakan berlanjut di masing-masing kecamatan di Kabupaten Karawang sebagai upaya memperluas kepedulian sosial organisasi.
Ketua DPC Pemuda Pancasila Kabupaten Karawang, Abdul Azis, S.E., menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-67 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kualitas kader, dan membangun kepercayaan masyarakat melalui kegiatan nyata.
Menurut Abdul Azis, meskipun peringatan kali ini tidak diisi dengan banyak kegiatan besar, semangat perayaan tetap diwujudkan melalui tasyakuran dan santunan kepada anak yatim.
“Walaupun tidak ada kegiatan besar, hari ini kita melaksanakan tasyakuran dan santunan secara simbolis kepada 15 anak yatim. Nantinya, kita juga akan melaksanakan santunan di masing-masing kecamatan. Ini merupakan bentuk rasa syukur kita atas HUT Pemuda Pancasila yang ke-67,” ujarnya.
Abdul Azis: Pemuda Pancasila Harus Naik Kelas
Abdul Azis menegaskan, bertambahnya usia organisasi harus diiringi perubahan pola pikir, sikap, dan tindakan seluruh kader. Ia berharap Pemuda Pancasila semakin kuat dalam menjalankan agenda organisasi, ikut mengawal pembangunan daerah, serta hadir membantu masyarakat.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan harus mampu menjawab berbagai penilaian masyarakat melalui perilaku yang baik dan program yang memberikan manfaat langsung.
“Pemuda Pancasila bukan hanya harus semakin cerdas, tetapi juga harus naik kelas. Artinya, pola pikir, tindakan, dan langkah-langkah organisasi harus mengalami perubahan ke arah yang lebih positif,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa organisasi kemasyarakatan masih menghadapi tantangan berupa persepsi negatif di tengah masyarakat. Karena itu, diperlukan pembenahan internal secara berkelanjutan agar kehadiran organisasi benar-benar dirasakan manfaatnya.
Abdul Azis menilai, citra organisasi tidak cukup diperbaiki melalui slogan atau pernyataan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata, kepedulian sosial, kedisiplinan, dan kontribusi positif.
“Pemuda Pancasila harus mampu menjawab keraguan masyarakat. Caranya dengan berbagai kegiatan positif untuk kemajuan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa menilai sendiri apa yang kita lakukan,” ungkapnya.
Konsolidasi Organisasi Diperkuat hingga Tingkat Ranting
Dalam menjalankan program ke depan, DPC Pemuda Pancasila Kabupaten Karawang akan memprioritaskan penguatan internal melalui konsolidasi organisasi secara berjenjang, mulai dari tingkat ranting hingga struktur di tingkat atas.
Langkah tersebut dilakukan sesuai amanah pimpinan dan ketentuan organisasi, dengan tujuan memperkuat soliditas serta menyamakan arah gerak seluruh jajaran.
Selain konsolidasi, kaderisasi juga menjadi perhatian penting. Pemuda Pancasila Karawang merencanakan pendidikan dan pelatihan kader, termasuk kegiatan di lingkungan Komando Inti (KOTI) serta pendidikan kepemimpinan internal sesuai aturan organisasi.
Melalui program tersebut, diharapkan lahir kader-kader yang disiplin, bertanggung jawab, memahami tugas organisasi, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
“Penguatan konsolidasi dan kaderisasi merupakan bagian penting dari program kami. Organisasi harus terus berkembang dan seluruh kader harus memahami tugas serta tanggung jawabnya,” jelas Abdul Azis.
Donor Darah dan Santunan Anak Yatim Jadi Program Sosial
Tidak hanya berfokus pada penguatan internal, Pemuda Pancasila Karawang juga berencana melanjutkan berbagai program sosial kemasyarakatan.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah kegiatan donor darah melalui badan kesehatan Pemuda Pancasila, dengan rencana menjalin kerja sama bersama dinas kesehatan dan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Karawang.
Program donor darah diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjadi bentuk kontribusi organisasi di bidang kemanusiaan.
Selain itu, kegiatan santunan anak yatim dan berbagai aktivitas sosial lainnya akan terus didorong agar manfaat keberadaan Pemuda Pancasila dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai kecamatan.
Abdul Azis menegaskan bahwa kegiatan sosial harus menjadi bagian dari pengabdian berkelanjutan, bukan hanya dilaksanakan ketika peringatan hari besar organisasi.
Pemuda Pancasila Diharapkan Aktif Mengawal Pembangunan
Abdul Azis juga berharap Pemuda Pancasila Kabupaten Karawang dapat mengambil peran positif dalam mengawal pembangunan daerah dan membantu memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, organisasi harus mampu hadir di tengah berbagai persoalan yang dihadapi warga, mendengarkan keluhan masyarakat, serta mendorong penyelesaian masalah melalui cara-cara yang konstruktif dan bertanggung jawab.
“Harapan saya, Pemuda Pancasila, khususnya Kabupaten Karawang, semakin kuat dalam melaksanakan agenda-agenda organisasi, semakin terdepan dalam mengawal pembangunan daerah, dan mampu mengabdi kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, Pemuda Pancasila harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kesulitan atau membutuhkan perhatian.
Komitmen tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara organisasi dan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan Kabupaten Karawang.
Momentum HUT ke-67 untuk Berbenah dan Meningkatkan Pengabdian
Peringatan HUT ke-67 Pemuda Pancasila menjadi momentum bagi seluruh jajaran untuk melakukan evaluasi dan pembenahan organisasi.
Bagi Abdul Azis, usia yang semakin matang harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan solidaritas, serta komitmen untuk menjaga nama baik organisasi.
Konsolidasi, kaderisasi, donor darah, santunan anak yatim, dan kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi bagian dari program yang diarahkan untuk meningkatkan peran Pemuda Pancasila di tengah masyarakat.
Tantangan Pemuda Pancasila ke depan bukan sekadar mempertahankan eksistensi, melainkan membuktikan bahwa organisasi mampu memberikan manfaat nyata dan membangun kepercayaan masyarakat melalui kerja yang berkelanjutan.
Abdul Azis berharap seluruh jajaran Pemuda Pancasila Kabupaten Karawang tetap solid, menjalankan amanah organisasi sesuai ketentuan, serta terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Harapan kami, Pemuda Pancasila semakin kuat dalam menjalankan organisasi, semakin baik dalam setiap langkahnya, dan senantiasa mampu mengabdi kepada masyarakat,” pungkasnya.
HUT ke-67 Pemuda Pancasila bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan, membenahi organisasi, dan membuktikan bahwa keberadaan organisasi harus membawa manfaat bagi masyarakat.
(Red)

