Subang| Insightjabarnusantara.Com– Polsek Pamanukan menggelar kegiatan “POLIRAN (Polisi Peduli Pengangguran)” bersama masyarakat di wilayah hukum Polsek Pamanukan, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersama Masyarakat Ciptakan Lingkungan yang Aman, Nyaman dan Kondusif”. Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya kepolisian memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dirasakan warga.
Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pamanukan KOMPOL Dr. R. Jusdijachlan, S.H., M.M., CHRA.
Dalam kegiatan itu, Kapolsek Pamanukan bersama jajaran menyampaikan sejumlah program Polri, termasuk pesan “Polisi Bersama Masyarakat”, serta program Kapolda Jawa Barat dengan tagline “Jabar Aman”.
Selain menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, jajaran Polsek Pamanukan juga membuka ruang dialog dengan warga Desa Pamanukan Hilir. Berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat disampaikan secara langsung, salah satunya terkait persoalan tenaga kerja manual pada saat musim panen.
Warga yang selama ini bekerja sebagai tenaga rontog mengaku menghadapi persoalan ekonomi akibat penggunaan mesin combi, terutama ketika musim panen gadu atau kemarau. Kondisi tersebut membuat sebagian pekerja kehilangan mata pencaharian dan berpotensi meningkatkan angka pengangguran.
Masyarakat juga menyampaikan harapan agar pada musim panen rendeng atau penghujan, ketika memasuki masa panen raya, para pekerja rontog tetap mendapatkan kesempatan bekerja untuk membantu petani menyelamatkan hasil panennya.
Kekhawatiran lain yang disampaikan warga adalah semakin berkurangnya lahan garapan untuk pekerja Rontog karena penggunaan mesin combi. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, masyarakat menilai jumlah pengangguran di wilayah tersebut dapat bertambah.
Berdasarkan aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, dampak penggunaan combi pada musim panen gadu diperkirakan membuat sekitar 120 orang kehilangan pekerjaan atau terdampak secara ekonomi.
Kapolsek Pamanukan menampung seluruh masukan yang disampaikan warga. Selain persoalan ekonomi, masyarakat juga diajak bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan agar wilayah hukum Polsek Pamanukan tetap aman dan kondusif.
Warga juga diimbau untuk aktif berkomunikasi dengan kepolisian serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kegiatan POLIRAN mendapat respon positif dari masyarakat. Warga mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepolisian untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Masyarakat berharap aspirasi tersebut dapat menjadi bahan perhatian dan mendorong lahirnya solusi terbaik, sehingga persoalan ketenagakerjaan dapat ditangani dan kondisi perekonomian warga kembali membaik.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Pamanukan menegaskan pentingnya membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat. Kehadiran polisi tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendengarkan persoalan warga dan bersama-sama mencari jalan keluar atas berbagai permasalahan yang berkembang di tengah masyarakat.
(A.Hidayat)

