KARAWANG| Insightjabarnusantara.Com– Minyak goreng bekas atau minyak jelantah kini tidak hanya dipandang sebagai limbah rumah tangga. Di Karawang, masyarakat, pelaku UMKM, restoran, rumah makan hingga kafe dapat mengumpulkan minyak jelantah untuk dijual dan ditukar menjadi rupiah.
Informasi yang beredar melalui media sosial menawarkan layanan penerimaan minyak jelantah dengan slogan “Stop Buang Minyak Jelantah”. Dalam informasi tersebut, minyak jelantah yang dikumpulkan dapat ditukarkan dengan uang serta berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik.
Layanan tersebut juga menyebutkan menyediakan penjemputan minyak jelantah secara gratis untuk wilayah Karawang. Masyarakat yang memiliki minyak bekas dalam jumlah tertentu dapat menghubungi nomor WhatsApp yang tercantum pada poster, yakni 0858-1429-5671.
“Menerima jelantah. UMKM, resto, rumah makan, cafe, ibu rumah tangga yang punya minyak bekas, jangan dibuang,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Pengumpulan minyak jelantah dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong pengelolaan limbah sekaligus memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat.
Sejumlah program pengumpulan minyak jelantah di Karawang sebelumnya juga telah dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya program Jelita (Jelantah Peduli Kesehatan dan Lingkungan Karawang) yang melibatkan kolaborasi TP-PKK Kabupaten Karawang dan ECADIN.
Minyak jelantah yang dikumpulkan dapat masuk dalam rantai pengolahan dan daur ulang untuk menghasilkan produk bernilai guna, termasuk bahan baku energi terbarukan. Sejumlah pengelola minyak jelantah di Indonesia juga menerapkan sistem penjemputan, penimbangan dan pembayaran kepada masyarakat.
Minyak jelantah sebaiknya tidak dibuang sembarangan, terutama ke saluran air atau lingkungan. Selain berpotensi mencemari lingkungan, pengumpulan jelantah secara terorganisir dapat memberikan manfaat ekonomi bagi rumah tangga maupun pelaku usaha.
Dengan adanya layanan pembelian dan penjemputan minyak jelantah di wilayah Karawang, masyarakat memiliki alternatif untuk mengelola limbah dapur sekaligus memperoleh tambahan penghasilan.
Catatan: Informasi mengenai harga pembelian, mekanisme penjemputan, persyaratan volume, serta hadiah sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada pihak pengelola melalui kontak yang tercantum sebelum melakukan transaksi.
Sumber informasi: unggahan media sosial Minyak Jelantah Karawang, 9 Agustus 2026.

