Karawang | Insightjabarnusantara.Com-Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) kembali menggelar konferensi akademik internasional Singaperbangsa English Education Conference (SEECON) ke-4 Tahun 2026, Kamis (27/8/2026).
Mengusung tema “Advancing Literacy Praxis through Deep Learning: New Directions in ELT, Literature, and Linguistics”, konferensi yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pendidik, mahasiswa, serta pemerhati pendidikan bahasa dari dalam maupun luar negeri.
SEECON 2026 menjadi ruang akademik untuk membahas perkembangan praktik literasi dan pembelajaran mendalam, khususnya dalam pendidikan bahasa Inggris, sastra, serta linguistik. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya FKIP Unsika memperluas jejaring kerja sama akademik dan pertukaran gagasan di tingkat internasional.
Bahas Urgensi Pembelajaran Mendalam
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars Unsika, kemudian dilanjutkan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKIP Unsika, Fauzi Miftah, M.Pd.
Dalam sambutannya, Fauzi menekankan pentingnya memaknai kembali konsep literasi di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, menghubungkan berbagai gagasan, serta memanfaatkan pengetahuan secara bermakna dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unsika, Evi Karlina Ambawati, S.S., M.Ed., menyoroti tantangan dunia pendidikan di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Ia menegaskan bahwa peran pendidik saat ini tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga mendorong peserta didik untuk mampu berpikir kritis, reflektif, serta mengimplementasikan kemampuan literasinya dalam konteks kehidupan nyata.
Evi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia mahasiswa dan para mitra pendukung kegiatan yang telah berkontribusi terhadap pelaksanaan SEECON 2026.
Hadirkan Tiga Pembicara Utama
SEECON 2026 menghadirkan tiga pembicara utama dari perguruan tinggi nasional dan internasional.
Prof. Dr. Misbahul Amri dari Universitas Negeri Malang membahas pemanfaatan sastra sebagai bagian dari pembelajaran mendalam dan praktik literasi transformatif. Materi tersebut menyoroti bagaimana karya sastra dapat dimanfaatkan sebagai media reflektif untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan literasi peserta didik.
Selanjutnya, Dr. Ondine A. Gage dari California State University Monterey Bay, Amerika Serikat, membahas pembelajaran mendalam dan praktik literasi dalam konteks pendidikan bahasa Inggris global. Perspektif tersebut memberikan gambaran mengenai strategi pembelajaran yang dapat mendorong kemampuan berpikir kritis dan mandiri peserta didik.
Sementara itu, Harni Kartika Ningsih, Ph.D. dari Universitas Indonesia, mengangkat pembahasan mengenai pembentukan makna, literasi, dan pembelajaran mendalam dalam pendidikan bahasa Inggris.
Ketiga pembicara tersebut memberikan perspektif yang beragam mengenai penguatan literasi dan pembelajaran mendalam dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan.
Peneliti Unsika Turut Paparkan Hasil Kajian
Selain pembicara utama, SEECON 2026 juga menghadirkan sejumlah pembicara dari Universitas Singaperbangsa Karawang.
Dr. Nia Pujiwati, S.S., M.Pd., membahas literasi penilaian dalam keterampilan menulis serta pentingnya pemahaman terhadap proses penilaian dalam pembelajaran bahasa.
Kemudian, Dr. Mobit, S.Pd., M.Pd., mengulas bagaimana metadiskursus membentuk pendahuluan akademik yang kuat sekaligus memberikan panduan praktis bagi penulis akademik.
Sementara itu, Dr. Kelik Wachyudi, S.S., M.Hum., memaparkan kajian mengenai perkembangan literasi akademik melalui analisis kepadatan semantik pada buku teks bahasa Inggris tingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas.
Beragam materi tersebut memperlihatkan luasnya isu yang dibahas dalam SEECON 2026, mulai dari literasi, pembelajaran bahasa, keterampilan menulis, penulisan akademik hingga pengembangan bahan ajar.
Diikuti Peserta dari Berbagai Negara
Ketua Panitia SEECON 2026, Fela Daftiri, M.Pd., sebelumnya melaporkan tingginya antusiasme peserta terhadap penyelenggaraan konferensi tahun ini.
Panitia menerima puluhan abstrak penelitian dan melibatkan lebih dari seratus pemateri serta peserta dari berbagai latar belakang. Partisipasi juga datang dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, Meksiko, dan Jepang.
Selain sesi utama, kegiatan dilanjutkan melalui sesi paralel yang membahas berbagai bidang, seperti pedagogi bahasa Inggris, inovasi dan teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris, kebijakan dan perencanaan bahasa, asesmen dan pengujian, pelatihan guru, serta kajian linguistik.
Sejumlah hasil penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi tersebut juga diarahkan untuk diproses dalam publikasi jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi SINTA.
Melalui penyelenggaraan SEECON ke-4 Tahun 2026, FKIP Unsika menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan pendidikan bahasa Inggris, penguatan budaya literasi, inovasi pembelajaran, serta perluasan kolaborasi akademik di tingkat nasional dan internasional.
(Red)

