Karawang | Insightjabarnusantara.Com-Pergerakan Mahasiswa Karawang menyoroti serius pelaksanaan Pilkades dengan sistem e-voting. Teknologi seharusnya memperkuat demokrasi, bukan berubah menjadi kotak hitam yang meminta rakyat sekadar percaya.
Kami mempertanyakan: siapa yang mengelola data, siapa yang memiliki akses sistem, siapa yang mengawasi, dan siapa yang bertanggung jawab ketika terjadi masalah?
DPT, akses sistem, rekam aktivitas, proses pemungutan, hasil penghitungan, hingga kerja Tim Sebelas harus dapat diperiksa secara terbuka.
“Kami tidak menuduh ada kecurangan. Tapi kami mempertanyakan, siapa yang benar-benar mengawasi sistem ini?”
Pergerakan Mahasiswa Karawang menyoroti pelaksanaan Pilkades berbasis e-voting, khususnya terkait DPT, akses sistem, rekam aktivitas, potensi penggelembungan suara, serta netralitas Tim Sebelas.
“Jangan meminta rakyat hanya percaya bahwa sistem ini aman. Aman menurut siapa? Diawasi oleh siapa? Dan kalau suara rakyat bermasalah, siapa yang bertanggung jawab?”
Menurut PMK, seluruh proses harus terbuka dan dapat diperiksa. Sebab teknologi tanpa transparansi justru dapat menjadi ruang gelap dalam demokrasi.
“Kalau semuanya bersih, buka datanya. Kalau semuanya aman, biarkan diperiksa. Karena yang kami jaga bukan calon—tetapi suara rakyat.”
(Jar)

