KARAWANG| Insightjabarnusantara.Com— Masyarakat Desa Kutakarya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, mengeluhkan kondisi debit air pada saluran irigasi yang dinilai cukup tinggi dan disebut telah berlangsung hampir dua bulan.
Kondisi tersebut dikhawatirkan warga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan munculnya genangan hingga banjir di sejumlah wilayah permukiman maupun lahan pertanian.
Warga pun mempertanyakan langkah pengendalian debit air yang dilakukan pihak terkait, termasuk Perum Jasa Tirta (PJT) II wilayah Rengasdengklok.
Salah seorang warga Kutakarya, Romli, mengatakan tingginya debit air irigasi bukan persoalan yang baru terjadi. Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama ketika hujan turun.
“Sudah hampir dua bulan debit air irigasi tinggi. Kami sebagai masyarakat tentu resah, karena kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir. Jangan sampai masyarakat yang terus menjadi korban karena tidak ada tindakan,” ujar Romli, Kamis (7/10/2026).
Romli berharap adanya langkah konkret untuk mengatur debit air apabila memang kondisi saluran sudah melebihi kapasitas yang dinilai aman.
“Kami bukan meminta yang macam-macam. Kami hanya ingin ada tindakan nyata. Kalau memang debit air terlalu tinggi, tolong diatur. Jangan sampai menunggu banjir semakin parah baru ada penanganan,” katanya.
Menurutnya, masyarakat juga berharap pihak yang memiliki kewenangan terhadap pengelolaan irigasi dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi saluran dan dampaknya terhadap warga.
“Kalau memang ini kewenangan PJT II, kami minta jangan hanya melihat dari laporan. Turun langsung ke lapangan dan lihat kondisi masyarakat. Kami sudah cukup lama menghadapi persoalan ini,” tegas Romli.
Warga juga meminta Pemerintah Kabupaten Karawang melalui instansi terkait melakukan koordinasi dengan pihak PJT II dan instansi teknis lainnya untuk memastikan pengelolaan serta distribusi air irigasi berjalan dengan baik.
PJT II Sebut Penanganan Dilakukan Bersama
Menanggapi keluhan tersebut, pihak PJT II Wilayah Rengasdengklok melalui Golun saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa persoalan tersebut sedang dalam penanganan.
“Waalaikumsalam, siap. Sedang ditangani kang, kolaborasi antara BBWSC, PJT II dan Pemerintah Kab. Karawang, Agar air tidak limpas dan ke hilir air sampai untuk kebutuhan masyarakat petani,” ujar Golun.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penanganan kondisi aliran air di wilayah tersebut dilakukan melalui koordinasi antara Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC), PJT I, dan Pemerintah Kabupaten Karawang.
Meski demikian, warga berharap langkah penanganan tersebut dapat segera memberikan hasil di lapangan, terutama dalam mengantisipasi potensi genangan dan banjir yang dapat berdampak terhadap permukiman maupun lahan pertanian.
Masyarakat juga berharap adanya penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab tingginya debit air serta langkah teknis yang dilakukan untuk menjaga agar aliran air tetap terkendali tanpa mengganggu kebutuhan irigasi bagi para petani di wilayah hilir.
Hingga kini, warga berharap persoalan tersebut dapat segera ditangani secara terpadu sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat Desa Kutakarya.
(H. Aban)

